Media Malaysia, Indonesia perlu bijak tangani isu berbangkit: PM

 Perdana Menteri Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob (kiri) menyampaikan buku ‘coffee table’ bertajuk 'Ismail Sabri Yaakob Teraju Keselamatan: Depani Ancaman Covid-19' kepada Presiden Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia-Indonesia (Iswami) Indonesia, Asro Kamal Rokan ketika Majlis Makan Tengahari bersama Pimpinan Media Indonesia di Bangunan Perdana Putra, pada Isnin. - Foto Bernama
Perdana Menteri Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob (kiri) menyampaikan buku ‘coffee table’ bertajuk 'Ismail Sabri Yaakob Teraju Keselamatan: Depani Ancaman Covid-19' kepada Presiden Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia-Indonesia (Iswami) Indonesia, Asro Kamal Rokan ketika Majlis Makan Tengahari bersama Pimpinan Media Indonesia di Bangunan Perdana Putra, pada Isnin. - Foto Bernama
A
A
A

KUALA LUMPUR - Media Malaysia dan Indonesia perlu bijak menangani setiap isu berbangkit dan harus bertindak pantas memberi penjelasan untuk meredakannya, kata Perdana Menteri Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob.

Ketika pertemuan santai dan mesra bersama pemimpin tertinggi Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia dan Indonesia (Iswami), serta kepimpinan kanan media Indonesia di Putrajaya hari ini, Ismail Sabri juga menyuarakan agar media Malaysia dan Indonesia memainkan peranan lebih strategik bagi mengukuhkan lagi hubungan kedua-dua negara serumpun itu.

"Semoga Iswami yang ditubuhkan pada 2009, akan terus menjadi platform terbaik dalam memperkukuh hubungan dua hala serta kerjasama wartawan Malaysia-Indonesia," katanya menerusi hantaran di laman Facebooknya, malam ini.

Delegasi itu dihadiri Presiden Iswami Malaysia Datuk Mokhtar Hussain, Ketua Iswami Indonesia Asro Kamal Rokan, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia Atal S Depari, Ketua Pemberitaan agensi berita Antara Akhmad Munir, Ketua Editor Kumparan.com Ariffin Asydhad dan Ketua Editor Jakarta Post M. Taufiqurrahman.

Usai majlis yang berlangsung selama dua jam, Perdana Menteri menyerahkan buku mewah berjudul "Ismail Sabri Yaakob Teraju Keselamatan: Depani Ancaman Covid-19”, nukilan Pengarah Bahagian Media dan Komunikasi Strategik Pejabat Perdana Menteri Datuk Ruhaidini Abdul Kadir kepada delegasi yang hadir, sebagai tanda kenang-kenangan. - Bernama

Artikel Berkaitan: