Bila identiti bertemu prestasi
Iklan
Shamsul Iskandar
PERBINCANGAN saya baru-baru ini mengenai buku terbaru Francis Fukuyama, In the Realm of the Last Man, bersama mantan Setiausaha Politik Menteri Pendidikan, ’Atiqah Syairah Shaharuddin, membuka satu renungan penting tentang politik Malaysia: Sejauh manakah pilihan politik kita ditentukan oleh prestasi dan dasar, dan sejauh manakah ia dibentuk oleh identiti, rasa kebersamaan dan tuntutan untuk diiktiraf?
Dalam bab 'Who Was Leo Strauss?', Fukuyama menelusuri pengaruh Allan Bloom dan Leo Strauss terhadap pembentukan intelektualnya. Melalui Strauss, kita kembali kepada persoalan klasik yang digeluti Plato, Aristotle, Machiavelli, Hobbes, Locke dan Rousseau: apakah keadilan, apakah masyarakat yang baik, dan untuk apakah kuasa politik digunakan?